Archive for August, 2009|Monthly archive page

Romadhon tahun ini

Sudah lebih dari sepekan Romadhon telah menyapa, tetapi saya belum juga melakukan apa yang seharusnya dilakukan di bulan suci ini. Jangankan untuk mencapai target yang dicanangkan, untuk memperbaiki kualitas ibadah pun masih jauh dari yang diharapkan. Rasanya kualitas dan kuantitas ibadah di bulan Romadhon kali ini tidak berbeda dengan hari-hari yang lain, bahkan mungkin lebih parah. Astaghfirullohal adzim

Harus dicanangkan tekad dalam hati, mulai titik ini, mulai detik ini, saya akan menggunakan waktu di bulan Romadhon yang tersisa kali ini dengan melakukan amal ibadah dengan sebaik-baiknya. Saya akan lebih banyak melakukan ibadah-ibadah sunnah, lebih banyak tilawah al qur’an, lebih banyak shodaqoh, menjalin silaturahim dan tak lupa menjaga diri dari hal-hal yang diharamkan Alloh, terutama menjaga pandangan. Godhul bashor.

Semoga saya bisa istiqomah dalam menjalankan apa yang telah menjadi janji saya pada Alloh, semoga Alloh memberikan hidayah agar saya bisa bertaubat dari dosa dan khilaf saya selama ini. Semoga saya bisa memperbanyak empat perkara di bulan suci ini, mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Ilah selain Alloh, memohon ampun kepada-Nya, memohon meraih surga dan memohon perlindungan dari neraka.

Salah satu keutamaan bulan Romadhon adalah bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qodr. Walaupun hati ini ada keinginan untuk mendapatkannya, tetapi saya menyadari ibadah yang saya lakukan masih jauh dari apa yang diharuskan untuk mendapatkan malam itu. Saya harus tahu diri, banyak orang yang lebih pantas untuk mendapatkannya karena usaha mereka yang begitu maksimal.

“Ya Alloh, yang hamba inginkan di bulan suci ini adalah mendapatkan ampunan dan keridhoan-Mu, jadikanlah hamba termasuk orang yang bertaqwa. Berikanlah kemudahan kepada hamba dalam menjalankan segala perintah-Mu, dan lindungilah hamba dari godaan syaithon yang terkutuk. Ya Alloh, dengan segala kerendahan hati dan kekurangan-kekurangan hamba, terimalah amal ibadah hamba di bulan suci ini. Amin”

Bogor, 29 Agustus 2009

Mang Dudi

Aa Gym yang berubah

Tanpa sengaja saya melihat acara Tatap Muka yang dipandu oleh Farhan di TVOne hari minggu, 23 Agustus kemarin. Sepertinya ada yang berubah dari sosok Aa Gym, saya melihat ada berbeda dari Aa Gym yang dulu dan yang sekarang. Perkiraan saya mungkin salah -karena mungkin saya sok tahu-, tapi saya merasa Aa di acara tersebut dalam setiap perkataannya yang mengomentari hal-hal yang berkaitan dengan dirinya setelah berpoligami, ada sedikit kesedihan dan kekecewaan didalamnya. Tetapi kesedihan itu bukan karena penurunan popularitasnya atau sedih urusan rumah tangganya setelah berpoligami -bukan, Aa bukanlah orang yang seperti itu, Aa bukanlah orang yang gila dengen popularitas-, tetapi kesedihan Aa lebih kepada sedih pada dirinya sendiri. Ya Aa mungkin sedih, karena setelah sekian lama berdakwah di masyarakat, setelah sekian lama dakwahnya terlihat menampakkan hasil, dalam sekejap semuanya sirna setelah Aa berpoligami. Aa sedih karena Aa tidak benar-benar berhasil merubah masyarakat yang didakwahinya, apa yang terjadi selama ini dakwahnya hanya mengena di permukaan saja, hanya bisa mencapai tampilan luar dari masyarakat, tanpa bisa menyentuh hati masyarakat dan memberikan pemahaman yang sebenarnya dari agama islam.

Ya bagaimana mungkin seorang Aa Gym yang tidak melanggar hukum apa-apa, tidak melanggar syariat manapun, menjadi kecaman dan hujatan sebagian orang hanya karena berpoligami? Bukankah yang lebih layak dikecam dan dihujat adalah praktek prostitusi yang selama ini mendapatkan pembenaran masyarakat? Seolah-olah berpoligami adalah sebuah kesalahan yang paling besar dan paling hina dimata sebagian besar masyarakat kita, jauh lebih hina dari prostitusi. Saat ini banyak orang yang telah menjadi hakim bagi seorang Aa Gym, merasa dirinya yang paling benar dan paling berjasa dan tanpa merasa berdosa terus menyalahkan seorang Aa Gym. Padahal jika dilihat, apa yang menjadi jasanya bagi masyarakat? Apa yang telah dilakukannya di masyarakat dibandingkan dengan apa yang telah diperbuat oleh Aa untuk masyarakat kita selama ini?

Namun Aa tidak seharusnya kecewa dan sedih terhadap tabiat dari kebanyakan masyarakat kita, karena kebanyakan masyarakat kita adalah masyarakat yang pragmatis. Mereka hanya melihat dalam kacamata yang sepotong-sepotong dan apa yang menguntungkan mereka saat ini. Sebagai contoh adalah dalam pemilu legislatif kemarin, sebuah partai yang telah bekerja keras hampir di setiap waktu di masyarakat ternyata perolehan suaranya tidak terlalu menggembirakan, karena kebanyakan masyarakat kita lebih cenderung memilih partai pemerintah yang mengandalkan figur dari ketua dewan pembinanya yang saat ini menjabat sebagai presiden. Walaupun partai pemerintah tersebut tidak jelas kinerjanya dimasyarakat, apalagi figur-figur yang ada didalamnya yang akan menjadi anggota dewan dari partai tersebut. Ya itulah potret sebagian masyarakat kita, tidak melihat sesuatu secara menyeluruh, tidak menghargai kerja keras orang lain, hanya melihat sesuatu dari keuntungan yang didapatnya saat ini. Maka tak heran dalam setiap pemilu money politics adalah cara yang paling ampuh dalam membeli suara masyarakat, maka tak heran jika para pahlawan yang membela tanah air baik yang masih ada maupun yang sudah tiada tidak mendapatkan penghidupan yang layak dan sudah dilupakan orang, maka tak heran para atlit yang mengharumkan nama bangsa banyak yang menjadi buruh kasar di hari tuanya. Ya seperti itulah potret kehidupan kebanyakan dari masyarakat kita, jadi jangan bersedih lagi Aa…

Tebet, 25 Agustus 2009

Mang Dudi

Penilaian Alloh dan Penilaian Manusia

Penilaian manusia memang seringkali berbeda dengan penilaian Alloh, masih ingat tentang kisah seorang istri yang ditinggalkan suaminya untuk berjihad. Sang suami berpesan “Jangan pergi sebelum saya pulang”. Kemudian ada orang yang membawa berita bahwa orang tuanya sakit keras dan ingin dijenguk, tetapi wanita itu menolak untuk menjenguk orang tuanya karena memegang amanah dari suaminya. Sampai akhirnya orang yang pembawa pesan dari keluarganya itu menyampaikan berita tentang kematian orang tuanya tersebut. Sang wanita tentu sangat sedih mendengarnya dan kemungkinan sangat ingin melihat wajah orang tuanya sebelum dikuburkan, tetapi tetap saja dia menolak untuk pergi dari rumahnya karena amanah suaminya yang tetap teguh ia jaga.

Kita sebagai manusia, apalagi manusia yang hidup di zaman sekarang mungkin akan menilai wanita itu sebagai anak yang durhaka, sebagai orang yang tidak memiliki perasaan, sebagai anak yang tidak tahu balas budi, dan banyak penilaian negatif lainnya. Tetapi penilaian kita sebagai manusia berbeda dengan penilaian Alloh, kita tentu tahu akhir kisah itu, bahwa orang tuanya itu masuk ke dalam syurga karena kesholihan anaknya itu. Kenapa bisa? Ya dalam penilaian Alloh, orang tua itu telah berhasil mendidik anaknya menjadi seorang istri yang sholihah. Kisah yang luar biasa.

Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kita sebagai manusia sering kali salah dalam menilai sesuatu. Kebanyakan dari kita lebih berpegang pada apa yang disebut dengan kebenaran mayoritas, apa yang diyakini oleh sebagian besar orang adalah benar maka kita anggap hal itu sebagai kebenaran pula. Kita harus berhati-hati dalam menyikapi hal ini, jangan sampai terbawa oleh arus yang sebenarnya tidak benar ini. Jangan sampai kita menganggap berita yang banyak beredar di sekitar kita sebagai suatu kebenaran, dan ikut-ikutan untuk mengomentari hal tersebut. Sebaiknya kita tidak mengomentari hal-hal yang kita sendiri sebenarnya kurang faham dalam hal itu. Jangan sampai dosa kita bertambah karena kita tidak bisa menahan lidah kita untuk mengomentari suatu berita yang belum tentu kebenarannya. Untuk berita yang benar saja, kita bisa salah menilai. Seperti kisah tentang wanita sholihah yang telah diceritakan sebelumnya. Apalagi untuk berita yang kita tidak tahu kebenarannya yang begitu marak dewasa ini baik berita gossip ataupun berita-berita lain yang ada di media, utamanya di televisi. Kita tidak tahu siapa sebenarnya yang membawa berita itu, kita tidak tahu karakter orang yang menulis berita itu. Ada kemungkinan berita tersebut telah dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menyudutkan pihak-pihak tertentu.

Maka cara yang paling tepat adalah tabayyun bila kita mendengar sebuah berita, terutama berita dari orang fasik. Seperti firman Alloh, “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan sebenarnya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS al-Hujuraat [49]: 6). Bila telah tahu kejadian yang sebenarnya dari berita tersebut, jangan langsung menilai isi berita tersebut sebagai suatu kebenaran. Dengan penilaian kita sebagai manusia bisa saja kita salah menilai tentang hakikat sebenarnya dari suatu kejadian, kebenaran absolut dari suatu berita. Tetapi alangkah tepatnya bila kita menelaahnya, mempelajarinya, lalu menilainya berdasarkan tuntunan yang telah diberikan Alloh dan Rosul-Nya. Apabila kita orang yang kurang faham tentang ilmunya, maka sebaiknya kita bertanya kepada orang yang ahli dan bisa kita percayai. Tetapi apabila menurut kita hal itu merepotkan, dan memakan waktu serta tenaga kita, padahal berita tersebut tidak ada artinya untuk kita, seperti berita gossip, pejabat yang berselingkuh, dan lain sebagainya. Maka sebaiknya kita diam dan tidak berkomentar, dan jangan menyebarkannya kepada orang lain apalagi sampai mencaci maki orang-orang yang terlibat didalamnya. Orang yang paling ahli dan faham pun bisa salah dalam menilai sesuatu, apalagi orang yang awam akan hal itu. Maka camkanlah hal tersebut baik-baik.

Alangkah indahnya bila manusia tidak terjerumus kepada penilaian yang salah, penilaian yang tidak benar hanya karena mengikuti hawa nafsu kita sendiri. Penilaian itu harus kita kembalikan kepada penilaian Alloh, kebenaran yang mutlak, kebenaran yang sebenar-benarnya. Kita hidup tidaklah lama di dunia, semoga kita bisa berbuat yang terbaik untuk diri kita, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan yang paling utama berbuat yang terbaik untuk Alloh Azza wa Jalla. Semoga kita bisa menjadi manusia yang terbaik di mata Alloh, walaupun harus telihat jelek di mata manusia. Semoga kita menjadi penilai yang baik, dan bukan sebagai penilai yang buruk. Semoga Alloh mengampuni segala dosa kita, atas penilaian kita yang salah pada orang lain. Amin.

Bogor, 18 Agustus 2009

Mang Dudi

Cintailah dengan sepenuh cinta

Kita mungkin sering tidak sadar dengan apa yang kita punya, dan baru merasa kehilangan ketika yang kita miliki itu tidak ada saat kita butuhkan. Jangankan untuk hal-hal yang besar, untuk hal kecilpun biasanya akan seperti itu. Pernahkah suatu ketika kita hendak menancapkan sebuah paku pada dinding, kita tentu akan membutuhkan sebuah palu untuk melakukannya. Padahal selama kita tidak merasa membutuhkannya, kita tidak hiraukan apakah palu itu ada atau tidak. Ada di depan mata pun tidak kita lihat, kita biarkan palu itu begitu saja. Begitu kita membutuhkannya, kita akan sibuk mencarinya. Beruntunglah yang masih bisa menemukannya, tetapi yang tidak bisa menemukan palu itu (entah karena hilang atau lupa menyimpannya) akan begitu terasa rasa hilangnya itu. Itu hanya sebuah palu…

Lalu bagaimana dengan kehilangan yang begitu besar, kehilangan orang tua, istri, suami, anak, kakak, adik, keluarga, sahabat, atau orang yang kita kasihi? Baik itu karena terpisah oleh tempat, waktu, ataupun terpisah untuk selamanya karena kematian? Pasti akan menimbulkan kesedihan yang begitu mendalam dan akan membuat penyesalan yang begitu besar apabila selama mereka masih ada kita tidak berbuat yang terbaik untuk mereka. Kebanyakan dari kita berlaku seperti kepada palu itu, ketika mereka masih ada kita tidak merasakan keistimewaan akan keberadaan mereka, kita tidak terlalu begitu peduli dengan kehadiran mereka, seolah-olah itu hanya hal biasa saja. Berbeda sekali ketika kita membutuhkan mereka, tiadanya mereka akan membuat kita merasa sangat kehilangan.

Ya semua orang sering kali tidak mensyukuri apa yang dia miliki, yang biasanya dipikirkan adalah apa yang luput dari dia. Seperti kata pepatah You don’t know what you’ve got, till you lose it. Kita tidak tahu apa yang kita miliki, sampai kita kehilangannya. Bersyukurlah dengan apa yang engkau miliki sekarang, maka Allah akan menambah nikmatnya kepadamu. Seperti firman-Nya, Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS Ibrahim [14] : 7). Bersyukurlah dengan memanfaatkan apa yang ada padamu dengan sebaik-baiknya, bersyukurlah dengan menempatkan apa yang kamu miliki pada tempat yang istimewa di hatimu. Cintailah orang tua, istri, suami, anak, kakak, adik, keluarga, sahabat, atau orang yang kita kasihi dengan cinta yang sebenar-benarnya, dengan cinta yang penuh pembuktian, bukan cinta yang hanya sekedar kata dan rasa. Cintailah mereka dengan sepenuh cinta.

Berbuatlah yang terbaik untuk orang yang kamu cintai selagi mereka masih ada, agar kamu tidak diluputi penyesalan nantinya. Tetapi apabila mereka sudah tiada, tingkatkanlah kualitas dan kuantitas ibadahmu dan banyak-banyaklah berdoa untuk kita dan juga untuk mereka. Sehingga bila kita tidak bisa bersama mereka lagi di dunia, semoga kita bisa berkumpul lagi dengan mereka di jannah-Nya. Amin.

Karet, 14 Agustus 2009

Mang Dudi

Kapan Harus Melakukan Marketing Riset?

Kapan tepatnya kita harus melakukan marketing riset? Sedikit menjawab tentang masalah ini, apakah perlu dilakukan atau tidak suatu marketing riset ketika kita hendak melakukan suatu pengambilan keputusan di perusahaan. Beberapa pertanyaan ini bisa jadi pertimbangan tentang perlu atau tidaknya melakukan suatu kegiatan marketing riset, walaupun tidak baku harus dijadikan patokan. Pertanyaannya antara lain :

1.    Batasan waktu : apakah tersedia waktu yang cukup?
2.    Ketersediaan data : apakah data yang telah ada sebelumnya tidak mencukupi?
3.    Sifat dari keputusan : apakah keputusannya sangat penting?
4.    Manfaat vs biaya : apakah nilai dari riset tersebut melebihi biaya yang dikeluarkan?

Jika semua jawabannya ya, maka lakukan marketing riset. Jika ada salah satu yang tidak, maka tidak perlu melakukan riset marketing riset. Kita harus mempertimbangkan hal-hal tersebut, agar supaya segala biaya, waktu, dan tenaga yang dikeluarkan sebanding dengan apa yang dihasilkan. Jangan sampai untuk hal-hal yang tidak terlalu penting, karena gengsi atau hal lainnya kita langsung melakukan suatu marketing riset. Ini tentu tidak bijaksana, terutama masalah biaya, harus dipikirkan dengan matang.

Proses dalam marketing riset sendiri perlu beberapa tahapan yang harus dilalui, secara mudahnya proses tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut, antara lain :

1.    Perumusan masalah.
2.    Menentukan design riset yang sesuai.
3.    Menentukan cara pengambilan datanya.
4.    Membuat bentuk kuesionernya.
5.    Tentukan sampel dan respondennya.
6.    Lakukan pengambilan data di lapangan.
7.    Analisis dan interpretasikan data yang didapat.

Semoga dengan penjelasan singkat ini, kita lebih bijaksana ketika hendak melakukan suatu kegiatan marketing riset.

Karet, 7 Agustus 2009

Mang Dudi

Cinta Persib Cinta Bapak

Entah kenapa hari ini saya kepikiran tentang Persib di tahun 80an, ketika jaman Ajat Sudrajat cs. Rindu sekali dengan saat-saat itu, ketika pertama kali mengenal permainan sepakbola. Dengan beberapa teman yang juga bobotoh Persib (orang sunda memang semuanya bobotoh Persib saat itu) dan orang-orang tua yang saat itu memang banyak yang tergila-gila dengan sepakbola, kami sering mengikuti pertandingan-pertandingan yang dijalani oleh Persib Bandung yang menjadi kebanggaan orang sunda saat itu, baik melalui televisi (hanya ada TVRI) atau juga melalui siaran radio.

Sangat mengasyikkan dan menegangkan rasanya ketika menyaksikan pertandingannya. Apalagi kalo mengikuti pertandingan melalui radio, yang pembawa acaranya begitu heboh menggambarkan pertandingan (mungkin klo dengan bahasa anak muda sekarang, agak lebay), sangat membuat hati ini menjadi rindu. Dengan semangat 45 yang menggebu-gebu, sang pembawa acara berusaha menggambarkan apa yang terjadi diatas lapangan agar pemirsa yang mendengarkan bisa membayangkan kejadian yang sebenarnya.

“Ajat Sudrajat membawa bola, melewati dua pemain Persebaya bola kemudian dioper ke Djadjang Nurdjaman, Djadjang Nurdjaman mengembalikan bola kepada Ajat. Ajat mendekati kotak penalti lawan, melepaskan tendangan ke arah gawang dan ah sayang sekali pemirsa, tendangan Ajat masih jauh diatas mistar gawang Persebaya”

Ah…  Saat-saat yang mengharukan, teringat kembali kenangan bersama almarhum bapak yang penggila bola. Kenangan yang tidak ternilai harganya, kebahagiaan yang tidak akan kembali lagi. Bapak, semoga Allah selalu menyayangimu sebagaimana engkau menyayangi anakmu ini sewaktu masih kecil. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa bapak dan menerima segala amal ibadah bapak. Amin.

Ah… Tak terasa, air mata ini menetes. Maafkan anakmu ini bapak, yang tidak berbakti semasa engkau masih hidup dan seringkali lupa mendoakan ketika engkau sudah tiada.

Karet, 7 Agustus 2009

Mang Dudi

Orang Awam Bertanya Tentang Marketing Riset

Marketing riset itu apa sih, kayak gimana sih? Mungkin banyak dari kita yang mendengar pertanyaan tersebut. Tidak hanya masyarakat awam yang mengenyam pendidikan yang tidak terbilang tinggi, tetapi juga orang-orang yang pernah merasakan bangku kuliah pun tidak sedikit yang tidak tahu tentang marketing riset.

Mungkin tidak terlalu sulit menjelaskannya pada orang yang berpendidikan tinggi, karena sewaktu kuliah pasti pernah melakukan penelitian untuk skripsinya. Mungkin agak sedikit sulit ketika menjelaskannya pada orang yang pendidikannya tidak terlalu tinggi. Banyak yang menyangka marketing riset itu adalah riset-riset yang dilakukan di laboratorium (karena ada kata risetnya), atau ada juga yang menyangka tugasnya adalah berjualan (dilihat dari kata marketingnya).

Saya hanya bisa menjawab dengan jawaban seperti ini, “Misalkan ada perusahaan yang mau mengeluarkan produk baru, kita tidak tahu produk itu akan laku atau tidak. Nah untuk mengetahui hal tersebut, kita perlu melakukan yang namanya suatu penelitian yang disebut marketing riset. Biasanya perusahaan besar punya bagian sendiri yang tugasnya meneliti itu, biasanya disebut divisi riset. Jika perusahaan itu tidak punya divisi riset, maka tugas itu diserahkan pada perusahaan lain yang bergerak khusus dibidang marketing riset, itulah perusahaan marketing riset.”

Walaupun fungsi dari perusahaan yang bergerak dibidang marketing riset tidak hanya itu, tetapi mudahnya ya seperti itulah jawabannya. Intinya perusahaan itu, bertugas mengumpulkan data yang diperlukan oleh perusahaan yang menjadi kliennya.

Emang seperti apa sih perusahaan marketing riset itu, contohnya apa? Buat yang sering menonton televisi, utamanya ibu-ibu yang suka lihat sinetron, tentu sering melihat yang disebut rating televisi yang dikeluarkan oleh AC Nielsen. Nah AC Nielsen adalah salah satu contoh perusahaan marketing riset, selain banyak lagi perusahaan-perusahaan lain yang mungkin masih kurang familiar di telinga masyarakat kita, seperti TNS, Synovate, Deka, Mars, MRI, atau Inside Consumer Research (ICR).

Sebetulnya, yang lebih mudah lagi yaitu, selama masa pemilu kemarin di televisi banyak kita lihat yang disebut dengan Quick Count. Perusahaan-perusahaan yang mengeluarkan itu juga merupakan perusahaan riset yang lebih bergerak dibidang politik, seperti Lingkaran Survey Indonesia (LSI), Lembaga Survey Indonesia (LSI), dan Lembaga Riset Informasi (LRI).

Nah dengan penjelasan singkat tersebut, sudah tahu kan apa itu marketing riset? Sudah tidak bingung lagi kan?

Karet, 6 Agustus 2009

Mang Dudi

Doa Rabithah

Album :
Munsyid : Izzatul Islam

http://liriknasyid.com

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayaMu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma’rifatMu
matikan dalam syahid di jalanMu
Engkaulah pelindung dan pembela

Sumber : http://www.liriknasyid.com/index.php/lirik/detail/3330/izzatul_islam-doa_rabithah.html

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu, atas segala dosa yang telah hamba lakukan, baik yang besar maupun yang kecil, yang disengaja maupun tidak disengaja…

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu, atas sedikitnya ibadah yang telah hamba lakukan, itupun lebih banyak niat karena riya dibandingkan dengan niat hanya untuk-Mu…

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu, hamba tidak bisa menjaga amanah yang telah Engkau berikan, sehingga nikmat yang telah Engkau berikan, hamba gunakan untuk bermaksiyat kepada-Mu…

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu, seringkali lupa pada-Mu. Tetapi dengan cinta-Mu yang begitu besar, Engkau memberikan cobaan pada hamba-Mu sebagai bentuk kecintaan-Mu agar hamba-Mu ini selalu mengingat-Mu…

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu, hamba seringkali menjauhi-Mu, padahal Engkau begitu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher hamba-Mu…

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu, Engkau telah memberikan hamba waktu, tetapi hamba-Mu lebih banyak menyia-nyiakannya dibandingkan dengan membaca kitab-Mu…

Ya Allah, hamba memohon ampun pada-Mu…

Tebet, 5 Agustus 2009

Mang Dudi

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu, telah diberikan kesempatan untuk hidup hingga kini. Walaupun hamba tahu, lebih banyak dosa yang telah hamba perbuat dibandingkan dengan ibadah yang hamba lakukan…

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu, atas segala nikmat yang telah Engkau berikan pada hamba selama ini. Walaupun hamba tahu, hamba seringkali menyia-nyiakan nikmat  yang telah Engkau berikan selama ini…

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu, atas segala ujian dan cobaan yang telah Engkau berikan kepada hamba selama ini. Walaupun hamba tahu, hamba seringkali tidak bisa bersabar atas semuanya…

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu, Engkau telah mencukupkan kebutuhan hamba-Mu ini. Walaupun hamba tahu, hamba seringkali merasa kekurangan atas semua itu…

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu, Engkau telah memberikan badan yang sehat pada hamba-Mu ini. Walaupun hamba tahu, badan yang sehat ini sedikit sekali digunakan untuk menjalankan syariat-Mu…

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu, Engkau telah memberikan mata yang indah pada hamba-Mu ini. Walaupun hamba tahu, mata yang indah ini lebih banyak melihat yang bukan haqnya…

Ya Allah, hamba bersyukur pada-Mu…

Tebet, 5 Agustus 2009

Mang Dudi

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.